NAWAKSARA dan PELENGKAPNYA
Pidato Presiden Soekarno pada SU MPRS ke IV/1966


Halaman 1
Halaman 2
Halaman 3
Halaman 4
Halaman 5
Halaman 6
Halaman 7
Lampiran 01
Halaman 8
Halaman 9
Lampiran 02
Halaman 10
Lampiran 03
Halaman 11
Lampiran 04
Halaman 12
Lampiran 05
Halaman 13
Halaman 14
Halaman 15
Halaman 16
NAWAKSARA
Halaman 17
Halaman 18
Halaman 19
Halaman 20
Halaman 21
Halaman 22
Halaman 23
Pelengkap
Halaman 24
Halaman 25
Halaman 26





(Halaman 22)

LAMPIRAN 06


BEBERAPA PATAH KATA PRIBADI
PRESIDEN SUKARNO

Demikianlah Saudara-saudara, teks laporan progress saya pada MPRS.

Izinkanlah saya sekarang mengucapakan beberapa patah kata pribadi kepada Saudara-saudara, terutama sekali mengenai pribadi saya.

Nawa Aksara (Nawaksara)

Lebih dahulu tentang laporan progres ini. Laporan progres itu saya simpulkan dalam sembilan pasal, sembilan golongan, sembilan punt. Saya ingin memberi judul kepada amanat saya tadi itu. Sebagaimana biasa saya memberi judul kepada pidato-pidato saya. Ada yang saya namakan pidato 'Manipol', ada yang bernama 'Berdikari', ada yang bernama 'Resopim', ada yang bernama 'Gesuri' dan lain-lain sebagainya.

Amanat saya ini saya beri judul apa ? Sembilan perkara, pokok, saya tuliskan di dalam amanat ini. Karena itu saya ingin memberi nama kepada amanat ini, pidato ini, Pidato Sembilan Pokok. Sembilan, ya sembilan apa ? Nah kita ini biasa memakai bahasa Sanskrit kalau memberi nama kepada amanat-amanat, bahkan sering kita memakai perkataan dwi, tri -Trisakti - dua-duanya perkataan Sanskrit ; Catur Prasatya, catur = empat, satya = kesetiaan, Panca Azimat, panca adalah lima. Lha ini, sembilan pokok ini saya namakan apa ? Sembilan di dalam bahasa Sanskrit adalah nawa ; eka, dwi, tri, catur, panca, enam = sad, tujuh = sapta, delapan = hasta, sembilah = nawa, sepuluh = dasa.

Jadi saya mau beri nama terutama dengan perkataan 'Nawa'. Nawa apa ? Ya, karena saya tulis, saya mau beri nama 'Aksara', dus 'Nawa Aksara' atau disingkat 'Nawaksara'. Tadinya ada orang yang mengusulkan memberi nama, Sembilan Ucapan Presiden, Nawa Sabda. Nanti kalau saya kasi nama Nawa Sabda, ada saja yang salah-salah berkata : 'hh-hh, Presiden bersabda'. Bersabda itu kan seperti raja, bersabda. Tidak, saya tidak mau memakai perkataan sabda itu, saya sekedar memakan perkataan Aksara. Aksara dalam arti tulisan, - aksara Jawa, aksara Belanda, aksara Latin dan lain-lain, aksara dalam arti tulisan. Nawa Aksara atau Nawaksara, itu judul yang saya berikan kepada pidato ini. Saya minta kepada wartawan-wartawan mengumumkan hal ini, bahwa pidato Presiden dinamanan oleh Presiden 'Nawaksara'.

Dedicate jiwa ragamu kepada Service of freedom

Kemudian saya mau menyampaikan beberapa patah kata mengenai diri saya sendiri.

Saudara-saudara semuanya mengetahui bahwa tatkala saya masih muda, amat muda sekali, saya miskin, dan oleh karena saya miskin, maka demikianlah sering saya ucapkan - saya tinggalkan 'this material world'. Dunia jasmani saya ini laksana saya tinggalkan karena dunia jasmani ini tidak memberi hiburan dan kepuasan kepada saya, oleh karena saya miskin. Maka saya meninggalkan dunia jasmani ini dan saya masuk - kataku sering dalam pidato-pidato dan keterangan- keteranganku - ke dalam 'world of the mind'. Saya meninggalkan dunia yang 'material' ini, saya masuk ke dalam 'world of the mind', dunianya alam cipta, dunia khayal, dunia pikiran. Dan telah sering saya katakan bahwa di dalam 'world of the mind' itu saya berjumpa dengan nabi-nabi besar, dalam 'world of the mind' itu saya berjumpa dengan ahli falsafah yang besar, di dalam 'world of the mind' itu saya berjumpa dengan pemimpin-pemimpin bangsa yang besar dan di dalam 'world of the mind' itu saya berjumpa dengan pejuang-pejuang kemerdekaan yang berkaliber besar.



Back

Forward


(c) 2001 edited by Wayan KT, PNSABK and compiled by dr.willy@wirantaprawira.de