PERATURAN IMMIGRASI
UNTUK BISNES DAN PARIWISATA DI INDONESIA

E n g l i s h

| Home | R e s e r v e | R e s e r v e | R e s e r v e | R e s e r v e | C o n t a c t |

DAFTAR ISI

BAGIAN I
PARAKATA


SELAMAT DATANG
DI INDONESIA

PERMOHONAN VISA

BAGIAN II
PROSEDUR


VISA DAN IZIN KEIMIGRASIAN
PERPANJANGAN
IZIN KEIMIGRASIAN

ALIH STATUS
IZIN KEIMIGRASIAN

ALIH SPONSOR
DAN ALIH JABATAN

PENGGANTIAN
DOKUMEN IMIGRASI

KEWAJIBAN PENDAFTARAN ORANG ASING

BAGIAN III
PARIWISATA
DI INDONESIA


PARIWISATA
DI INDONESIA



SELAMAT DATANG DI INDONESIA

Tanah Lot Bali

Bendera Republik Indonesia ndonesia adalah negara kepulauan yang sangat besar, membentang luas dari Sabang di ujung Barat Laut, sampai dengan Merauke di ujung Tenggara, meliputi jarak yang ribuan kilometer jauhnya.  Dengan hutan tropisnya yang hijau lebat, Indonesia tampil laksana permata jamrut yang indah di khatulistiwa. Secara strategis, Indonesia terletak diantara dua samudera, Hindia dan Pasifik..Serta menghubungkan dua benua, Asia dan Australia.

Dengan jumlah penduduknya yang besar, hampir 200 juta jiwa, Indonesia menikmati iklim tropis yang nyaman dengan sinar matahari sepanjang tahun disela curah hujan diantaranya.  Indonesia kini telah menjadi negara tujuan wisata, disamping kegiatan bisnis lainnya.

Disini, kita bisa menikmati keindahan surga bawah laut di Bunaken, kawasan selam yang termashur di Sulawesi Utara, Tari Barong dengan pemandangan kuil Tanah Lot yang memukau di Bali, dan masih banyak lagi atraksi menarik lainnya yang menunggu : Karapan sapi yang dinamis di pulau Madura; Upacara penguburan yang rumit dengan tari-tarian dan adu kerbau di Tanah Toraja, Sulawesi Selatan; Petualangan arungjeram sungai Ayung di Bali; Menyaksikan Komodo mencari mangsa serta kiprah pemburu ikan paus di Lamalera Nusa Tenggara Timur, dan masih banyak lagi.

Sejalan dengan itu, sebagai negara berkembang Indonesia secara mantap telah membuat kemajuan yang berarti menuju hari depan yang lebih cerah. Peningkatan jumlah investor, tenaga ahli dan wisatawan mancanegara yang terus menerus membanjiri negeri ini, membuktikan pengakuan internasional atas sukses yang dicapainya dalam pengembangan di bidang bisnis dan pariwisata. Sesungguhnya, mereka ini telah membantu Indonesia dalam mempercepat kemajuan di hampir sctiap sektor industri, dari pariwisata sampai dengan teknologi canggih.

Pertumbuhan yang cepat dalam bisnis korporasi, ditainbah dampak globalisasi telah membawa beberapa perubahan dalam kebijaksanaan Pemerintah. Dalain dasawarsa terakhir ini, Pemerintah telah meluncurkan beberapa de-regulasi untuk memperlancar setiap bidang bisnis di negara ini.  Tak diragukan lagi, Indonesia kini telah siap untuk menyongsong pasar bebas ASEAN tahun 2003.

Imigrasi, dengan lebih dari delapanpuluh kantornya yang tersebar di Nusantara serta bandar udara dan lautnya, telah ditangani secara baik olch para pejabat yang profesional dan terlatih baik dalam melayani lalu lintas keluar masuk orang asing dari dan ke Indonesia.

Aspek pelayanan keimigrasian mengandung makna melancarkan dan memudahkan orang masuk dan keluar dari dan ke wilayah Indonesia.  Pada aspek pelayanan ini, termasuk didalamnya pengaturan pembebasan Visa bagi orang asing dari negara-negara tertentu.  Berbagai bentuk peláyanan ini tidak terlepas dari kepentingan nasional, karena setiap kemudahan keimigrasian yang diberikan kepada warga asing dari satu atau beberapa negara tertentu, dilakukan dengan sedapat mungkin menerapkan prinsip resiprositas. Hal ini memungkinkan warganegara Indonesia dapat menikmati kemudahan-kemudahan yang sama dari negaranegara yang mendapat kemudahan keimigrasian di Indonesia.

Terhadap orang asing, pelayanan dan pengawasan di bidang keimigrasian dilaksanakan berdasarkan prinsip yang bersifat saringan (selective policy). Berdasarkan prinsip ini, hanya orang-orang asing yang dapat memberikan manfaat bagi kesejahteraan rakyat Indonesia, serta tidak membahayakan keamanan dan ketertiban umum, yang diizinkan masuk atau keluar wilayah Indonesia. Orang asing, karena alasan-alasan tertentu, seperti sikap bermusuhan terhadap rakyat dan negara Republik Indonesia, untuk sementara dapat ditangkal untuk masuk ke wilayah Indonesia.

Pada dasarnya, setiap orang asing yang berkunjung ke wilayah Indonesia wajib memiliki dokumen perjalanan / paspor dan visa. Selanjutnya, mereka itu dapat masuk ke wilayah Indonesia setelah mendapat izin masuk dari Pejabat Imigrasi di Tempat Pemeriksaan Imigrasi. Adapun jenis dan bentuk Visa untuk masuk ke Indonesia adalah:

  • Visa Diplomatik, bagi mereka yang tugasnya bersifat diplomatik.

  • Visa Dinas, bagi mereka yang melaksanakan tugas resmi dari pemerintah Asing yang bersangkutan atau diutus oleh Organisasi Internasional, tetapi tugas tersebut tidak bersifat diplomatik.

  • Visa Singgah, bagi mereka yang bermaksud singgah di wilayah Indonesia untuk meneruskan perjalanan ke negara lain atau kembali ke negara asal.

  • Visa Kunjungan, bagi mereka yang bermaksud melakukan kunjungan dalam rangka tugas pemerintahan, pariwisata, kegiatan sosial budaya dan usaha.

  • Visa Tinggal terbatas, bagi mereka yang karena tujuannya memerlukan waktu untuk tinggal lebih lama di Indonesia. Orang asing yang dikecualikan dari kewajiban memiliki visa untuk masuk ke Indonesia adalah:

  • Orang asing yang mendapat fasilitas Bebas Visa Kunjungan Singkat berdasarkan Keputusan Presiden. Mereka itu antara lain warganegara dari : Amerika, Arab Saudi, Argentina, Australia, Austria, Belanda, Belgia, Brazil, Brunei Darussalam, Chili, Denmark, Eslandia, Filipina, Finlandia, Hongaria, Inggris Raya, Irlandia, Itali, Jepang, Jerman, Kanada, Korea Selatan, Kuwait, Lichtenstein, Luxemburg, Malaysia, Maldives, Malta, Maroko, Mesir, Meksiko, Monako, Norwegia, Perancis, Republik Emirat Arab, Selandia Baru, Singapura, Spanyol, Swedia, Swiss, Thailand, Turki, Venezuela, Yugoslavia, Yunani dan Taiwan khusus pemegang paspor bertanda MFAIM. Fasilitas bebas visa ini berlaku selama 2 (dua) bulan sejak diberikan izin masuk, dan tidak dapat diperpanjang. Izin masuk diberikan oleh Pejabat Imigrasi yang bertugas di bandar Udara/Laut/ Perbatasan Darat internasional yang ditunjuk.

  • Orang asing yang memiliki Izin Masuk Kembali (re-entry permit).

    • Kapten pesawat atau Nakhoda kapal dengan awaknya yang mendarat di bandar udara / laut di wilayah Indonesia.

    • Penumpang transit di pelabuhan atau bandar udara di wilayah Indonesia, sepanjang tidak keluar dari tempat transit yang berada di daerah Tempat Pemeriksaan Imigrasi.

back to TOPback to TOP

| R e s e r v e | R e s e r v e | R e s e r v e |
   

Copyright 1996 - 2003 dr.willy@wirantaprawira.net