Silahkan Logo Pakorba di-klik

Duka Para Korban Orde Baru





Dikutip dari : Oposisi

"Amerika Dongkel Bung Karno"

Masih ingat Manai Sophiaan si pengarang buku "Kehormatan Bagi Yang Berhak" yang sempat heboh ketika perluncuran perdananya ini. Manai punya informasi lengkap soal pendongkelan Soekarno berasal dari Checoslovakia. Dia menuding Amerika yang ada di belakang penggulingan Bung Karno.

MANTAN Duta Besar Indonesia untuk Rusia ini pernah dituduh rezim Orde Baru sebagai pengikut Soekarno. Menurutnya, sejumlah negara Barat ikut memberi sokongan kepada elite Indonesia yang tidak suka pada Soekarno.

"Memang sejak tergulingnya Soekarno tahun 1966 (sejak peristiwa Supersemar), ada opini yang berkembang kalau sponsor utama penggulingan Soekarno itu bukan Amerika, tetapi Inggris. Maka itu, orang mulai ramai-ramai menuding Dubes Inggris untuk Indonesia waktu itu, yaitu Gillchrist," ujar Manai saat ditemui OPOSiSI di Bilangan Cilandak, Jakarta Timur, belum lama ini.

Mantan Dubes Inggris yang pekan-pekan ini menjadi perhatian publik ini diduga pembuat garis atau skenario bagaimana seharusnya Soekarno digulingkan. Dokumennya yang terkenal dengan sebutan 'Garis Gillchrist' itu terkuak setelah para demonstran pro Soekarno menemukan di kantornya Jakarta.

Namun Manai tidak sepenuhnya percaya kalau Inggris yang menjadi kunci utamanya. Sebab, dalam catatannya sampai sekarang tidak ada orang yang bisa valid seratus persen mengatakan bahwa dokumen yang diributkan itu buatan Gillchrist. Manai Sophiaan lalu bertanya, apakah benar dokumen itu Inggris yang punya? Malah ada yang bilang kepada saya kalau dokumen rahasia penggulingan Soekarno itu berasal dari Chekoslovakia.

Bagi ayah anggota Sophan Sophiaan anggota DPR-RI dari PDI Perjuangan ini, sebetulya yang terpenting dari persoalan dokumen rahasia Gillchrist itu adalah siapa yang harus menggantikan Soekarno setelah dirinya digulingkan. Sejak Soekarno belum turun, ramai opini berkembang, yang bakal menggantikan adalah Jenderal A.H. Nasution.

Kenapa Nasution? Karena Nasution adalah satu-satunya tokoh yang punya pengaruh besar di kalangan Islam. Sebagai tokoh yang pro Masyumi, Nasution sangat cocok untuk dijadikan alat penggantian Soekarno. Nasution dinilai Amerika dan Inggris punya pendukung besar di kalangan Islam. Maka tidak heran kalau pada saat itu America memuji Nasution sebagai 'The Great Muslim'. Tapi kenyataannya yang menggantikan Soekarno adalah Soeharto. Kenapa? "Itulah liciknya Soeharto sejak dulu sampai sekarang," kata Manai.

Bapak tujuh anak yang sudah berusia 85 tahun ini menambahkan, inti dari desain Amerika saat itu adalah menggulingkan Soekarno. Entah dengan cara apa, yang penting Seokarno terguling dari panggung sejarah. Di mata Amerika dan Barat, Soekarno adalah pembangkang yang berbahaya. Visi Soekarno untuk menentang impian Inggris dalam menjadikan negara-negara Selatan sebagai jajahannya ditentang keras oleh Soekarno -- tokoh proklamator ini juga sangat antikapitalisme Barat.

Nah, ingatan Manai Sophiaan mengatakan dalam perhitungan Amerika saat itu yang harus menggantikan Soekarno adalah Nasution. Tapi kenapa justru yang naik Soeharto? Mungkinkah Soeharto juga bersekongkol dengan agen-agen Barat? Jawabnya, Soeharto adalah tentara yang licik dan pintar bermain.

Maka dari itu, kalau Nasution dipercaya Amerika, Soeharto pun tidak kalah dekatnya dengan agen-agen CIA dan M16. Ditambahkan Manai, setelah Soeharto disekolahkan oleh Soekarno di Seskoad Bandung, Soeharto mulai kenal dengan Jenderal Suwarto. Dari sanalah Soeharto memulia hubungannya dengan agen CIA. Dari sana pula hubungan mesra Soeharto dengan CIA kian lengket. Sebagai prajurit yang pernah diancam pecat oleh Nasution gara-gara menyelundupkan barang ke Yogya, Soeharto berubah jadi percaya diri.

Nah, dengan sokongan CIA itu, Soeharto menghendaki kalau pengganti Soekarno haruslah orang tentara. Maka Soeharto mengibarkan diri. Mulailah Soeharto melakukan manuver-manuver kerja sama dengan agen asing untuk memprovokasi internal militer. Para jenderal saat itu sudah mulai terpengaruh agen-agen asing baik CIA maupun M16. Dengan persekongkolan yang begitu dalam, Soeharto makin kencang, dan ingin segera mengganti Soekarno.

Fakta sejarah yang menggambarkan persekongkolan Soeharto dengan agen Inggris dan CIA terlihat dari pesan dokumen Gilchrist yang ditemukan waktu itu. Di sana ada tulisan rahasia yang berbunyi 'our local army friends'. Yaitu, sebuah ungkapan Gilchrist yang disampaikan kepada dunia Barat kalau Inggris sudah punya teman-teman di tubuh Angkatan Darat. Artinya, sudah banyak jenderal-jenderal termasuk Soeharto yang sudah terpengaruh manuver agen CIA dan M16 untuk menjatuhkan Soekarno.

Manai menyebut, hampir semua elite tentara saat itu mengikuti logika Inggris dan CIA. Banyak pribadi-pribadi tentara yang sudah dirasuki provokasi Barat. Hanya ada satu jenderal yang tetap loyal kepada Soekarno, yaitu Ahmad Yani. Yani-lah dalam pandangan Manai pengikut Soekarno beneran. Dia satu-satunya jenderal yang selalu membela pikiran dan keputusan Soekarno. Pada saat Soekarno dipepet persoalan Nasakom, Yani juga yang berjuang memberi penjelasan kepada para tentara.

Makanya, Manai Sophiaan yang bertugas sebagai Dubes di Moskow 1963 - 1967 itu tidak yakin kalau dokumen rahasia yang terkuak itu punya Inggris. Menurutnya, kebenarannya dokumen itu masih perlu dibuktikan. Benarkah dokumen itu datang dari Barat? Apakah bukan justru orang-orang dekat Soekarno sendiri yang membuat? "Memang ada yang bilang kalau dokumen itu bikinan Soebandrio," imbuh Manai.

Lho, kenapa? Bukankah Soebandrio orang kepercayaan Soekarno juga? Pada zaman itu situasi memang serba tidak menentu. Sangat sulit mempercayai orang karena masing-masing pribadi sudah terprovokasi. Kawan bisa jadi lawan, atau sebaliknya. Malah ada yang berpendapat kalau Bandrio sengaja mempublikasikan dokumen rahasia itu baik ke tingkat regional maupun internasional. Tujuannya? Tentu ganda juga.

Manai menyebut, Bandrio adalah salah satu ajudan Soekarno yang punya target jadi Wapres. Maka dia mencari dukungan ke Amerika. Misalnya Bandrio menerima pencalonan Dubes Amerika yang terakhir. Padahal Soekarno menolak kehadiran Dubes itu. Sebab Soekarno tahu kalau Dubes itu punya rencana menjatuhkan Soekarno. Dalam pengakuannya, Soebandrio mengatakan, kalau Dubes itulah yang sebetulnya menjatuhkan Soekarno.

bejan

Back to Top ********************************* Related Message

************ Back to the Welcome Site ************


© 1996 - 2002Webmaster
Last Update on 10.28.2002