YPKP
Yayasan Penelitian Korban Pembunuhan 1965/1966
INDONESIAN INSTITUTE
FOR THE STUDY OF THE 1965/1966 MASSACRE

Jalan Kalibesar Timur no.3, Jakarta Barat 11110, Indonesia
PO BOX 4923 JKTF 11049, Jakarta . Indonesia
Tel (62-21) 6930324 and 5483800
E-mail: korban65_66@hotmail.com
Bank: BNI Capem Cimone Tangerang No. Rek. 001027 495001
=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*==*=*=*=*=*=*=*=*=*=

Siaran Sekretariat YPKP Pusat

PENGHARGAAN
KOMISI HAK ASASI MANUSIA ASIA
(ASIAN HUMAN RIGHTS COMMMISSION)
KEPADA IBU SULAMI

Pada tanggal 20 Desember 2000 akan dilangsungkan di Seoul (Korea Selatan) upacara pemberian tanda penghargaan oleh Komisi HAM Asia (Asian Human Rights Commission) kepada Ketua Yayasan Penelitian Korban Pembunuhan 1965/1966 (YPKP), Ibu Sulami. Tanda penghargaan ini, yang bernama "The 4th Tji Hak-soon Justice and Peace Award" ( Penghargaan utk Keadilan dan Perdamaian Tji Hak-Soon ke-4) telah diputuskan oleh komite yang bersangkutan, sebagai pengakuan terhadap berbagai kegiatan Ibu Sulami selama ini, terutama sekali yang berkaitan dengan masalah penelitian tentang pembunuhan massal 1965/1966.

Berhubung dengan sakitnya Ibu Sulami (sejak menyertai pembongkaran kuburan massal di dekat Wonosobo tanggal 16-18 November yang lalu), maka penerimaan penghargaan ini akan dilakukan oleh seorang anggota pengurus pusat dan pendiri YPKP lainnya, yaitu Hasan Raid. Untuk upacara ini, Ibu Sulami akan menyampaikan sambutan tertulisnya, yang akan dibacakan oleh Hasan Raid (Sambutan tertulisnya ini akan kita siarkan selengkapnya kemudian).

Dalam siaran pers Komisi HAM Asia yang dikeluarkan tanggal 13 Desember yang lalu telah diumumkan surat pemberitahuan keputusan itu, yang berbunyi sebagai berikut :

"Ibu Sulami yang tercinta,

Pertama-tama, kami ingin menunjukkan rasa hormat kami kepada dedikasi Anda seumur hidup terhadap keadilan dan perdamaian. Tji Hak-soon Justice and Peace Award (Tanda penghargaan Tji Hak-Soon untuk Keadilan dan Perdamaian) telah didirikan dengan tujuan untuk memberikan dorongan dan juga bantuan kepada perseorangan atau organisasi yang, melalui risiko pribadi yang besar, berdiri melawan situasi sulit apa pun dalam mencari keadilan, perdamaian dan dihargainya hak asasi manusia. Seperti yang Anda ketahui, penghargaan ini diberikan setiap tahun pada hari Deklarasi Hak Asasi Manusia.

Mengingat tujuan seperti yang disebutkan di atas, komite pemilihan award (penghargaan) telah memutuskan untuk memilih Anda sebagai pemenang tanda penghargaan untuk tahun sekarang ini di antara calon-calon yang sudah diusulkan dari seliuruh dunia, termasuk yang dari Korea. Kegiatan Anda yang berhak mendapat pujian, seperti halnya kegiatan para calon-calon lainnya yang memperjuangkan keadilan dan perdamaian, memberikan kepada kita semua harapan besar dan keberanian.

Sekali lagi, kami ingin menyampaikan respek kami dan berdoa supaya Anda segera lekas sembuh. Kami berharap bahwa Tji Hak-soon Justice and Peace Award ini akan membantu Anda dalam melanjutkan keteguhan hati dan kegiatan di hari-hari yang akan datang.". Demikian bunyi surat pemberitahuan dari Komisi HAM Asia.

Interview dengan Amnesty International
dan seruan urgen Komisi HAM Asia

Dalam siaran pers Komisi HAM Asia yang panjang tersebut telah disiarkan kembali interview Ibu Sulami dengan Amnesty International, dan juga riwayat hidupnya agak lengkap. Interview dengan Amnesty Internasional itu menyajikan berbagai aspek pengalaman Ibu Sulami sejak terjadinya peristiwa 1965 sampai berdirinya YPKP.

Perlu dicatat di sini bahwa berhubung dengan berhasilnya pembongkaran kuburan massal di Wonosbo, Komisi HAM Asia telah mengeluarkan seruan urgen (tanggal 23 November). Dalam seruan urgen itu antara lain dikemukakan bahwa dengan telah ditemukannya kerangka-kerangka di Wonosobo, maka Komisi HAM Asia menganjurkan adanya penelitian yang menyeluruh tentang peristiwa 1965.

Untuk itu diserukan kepada umum supaya menulis surat kepada Komnas HAM (Indonesia) dan juga Presiden Abdurahman Wahid untuk menuntut supaya kejahatan terhadap kemanusiaan yang memakan korban lebih dari satu juta jiwa itu ditindak-lanjuti. Juga dianjurkan supaya dalam usaha menghukum para pelanggar kemanusiaan ini digalang kerjasama dengan grup-grup para korban.

Komisi HAM Asia mengharapkan supaya dikirimi tembusan surat-surat kepada Komnas HAM dan Presiden Abdurahman Wahid. Komnas HAM Asia di Hongkong dapat dihubungi lewat E-mail ua@ahrchk.org atau dengan fax +001 (852) 26986367.

Penjelasan tentang Tji Hak-soon Justice and Peace Award

Tentang Tji Hak-soon Justice and Peace Award dapat dijelaskan bahwa Yayasan ini didirikan untuk menghormati uskup Tji Hak-soon, yang dalam masa hidupnya telah banyak berbuat untuk membantu orang-orang atau organisasi yang memperjuangkan perikemanusiaan, keadilan, perdamaian bagi ummat manusia. Yayasan ini menghargai mereka yang mau berkorban demi kebebasan rakyat dan melawan penindasan. Award ini merupakan satu-satunya kegiatan di Korea yang didanai oleh publik.

Uskup Tji Hak-soon, yang lahir di Korea Utara, pernah dijatuhi hukuman penjara 15 tahun oleh pemerintah Park Chung Hee dalam tahun 1974. Tetapi, karena ia mendapat dukungan luas dari masyarakat, maka terpaksa dibebaskan dalam tahun 1975. Ia pernah menjadi ketua Amnesty Internasional untuk Korea. Dalam tahun 1985, berdasarkan persetujuan kedua pemerintah Korea (Selatan dan Utara), ia pernah ikut dalam delegasi ke daerah Korea Utara untuk mempersatukan keluarga yang terpisah-pisah.

Uskup Tji Hak-soon adalah simbol dalam pembelaan HAM di Korea, dan juga simbol bagi rakyat yang menderita. Ia meninggal pada tanggal 12 Maret 1993 ketika ia mencapai umur 72 tahun.

*****

Atas nama YPKP Pusat
Suharno


____________________________________________________
[ KEMBALI KE ATAS ]
[ E N G L I S H ] - [ H O M E ] - [ BERITA SELANJUTNYA ]

____________________________________________________
HAK CIPTA 1996 - 2000 -
Pengelola : Dr. Willy R. Wirantaprawira, LL.M., Ph.D.