Siaran Pers
Yayasan Penelitian Korban Pembunuhan 65/66 (YPKP)

NU/PKB DIKOMUNISKAN
SEBAGAI SASARAN POS ANTI KOMUNIS


Oleh : Hasan Raid

Dalam siaran internet tanggal 14 April 2001: " From: HlKSIS , :Subject : Pos Anti Komunis akan beraksi" dikemukakan bahwa Pos Anti Komunis akan ber-aksi sejak bulan April sampai bulan Agustus 2001. Tujuannya untuk memberantas pengkaderan komunis.

Yang bertindak sebagai jurubicara Pos Komando Anti Komunis adalah Rusli Biki, Amir Tanjung dari Laskar Merah Putih, Fuad Hilmi Mustakim dari Ketua Front Anti Komunis Bandung dan Bang Ucup Tokoh Betawi Tanah Abang.

Menurut Fuad Hilmi Mustakim dalam waktu dekat akan didirikan Komando Anti Komunis di lima wilayah Jakarta, Bogor, Banten, Bekasi dan Jabar.

Lima Pos Komando Anti Komunis yang akan didirikan di Jakarta, dikoordinir oleh lima koordinator:

* Di Jakarta Utara ( dua unit pos komando ) akan dikoordinir oleh EDI;
* Di Jakarta Timur (dua unit pos komando) akan dikoordinir oleh Boy;
* Di Jakarta Pusat (lima unit pos komando ) akan dikoordinir oleh bang Ucup;
* Di Jakarta Selatan (dua unit pos komando) akan dikoordinir oleh Pounsterling Harahap;
* Di Jakarta Barat (dua unit pos komando) akan dikoordinir oleh Edi Hartawan.

Sedang Pos Komando Anti Komunis, di :

* Bogor (satu unit) akan dikoordinir Eggi Sujana;
* Bekasi, dikoordinir oleh M. JOKO;
* Banten dan sekitarnya dikoordinir oleh N. Boy;
* Jawa Barat dikoordinir oleh Fuad Hilmi Muistakim, mantan Ketua Remaja Front Anti Komunis pada tahun 1965.

Masing-masing Pos Komando akan dijaga selama 24 jam oleh 50 orang yang sudah terlatih.

Pos Komando Anti Komunis ini akan mengadakan sweeping buku-buku berkaitan dengan ajaran komunis; akan melakukan penghancuran terhadap kantor-kantor sekretariat, tempat berhimpun kader-kader mereka.

Yang menarik dari berita ini ialah ketika ditanya kelompok manakah yang dimaksudnya komunis, Ketua Front Anti Komunis Jabar, Fuad, mengata-kan: mereka yang mengatas namakan rakyat dan tidak percaya kepada Aparat Penegak Hukum dalam melakukan tugasnya dan kelompok ini dalam setiap aksinya mengandung unsur-unsur anarkis seperti perusakan dan pembakaran.

Dengan mencermati keterangan Fuad tentang kelompok mana yang dimaksud Pos Komando Anti Komunis (PKAK), jelas kiranya, yaitu aksi yang mengatasnamakan rakyat yang telah terjadi di Jawa Timur beberapa waktu lalu oleh pendukung Gus Dur. Dimana penebangan pohon dan pembakaran gedung Golkar telah terjadi.

Aksi massa pendukung Gus Dur di Jawa Timur itu, menurut mereka intinya tentu: NU. Itulah yang oleh Pos Komando Anti Komunis (PKAK) di "komunis"kan.

Tidak itu saja. Malah PKB (Partai Kebangkitan Bangsa) pun dikomuniskan. Lihatlah berita di internet 13 April 2001, sehari sebelum berdirinya PKAK di atas.

Diberi komentar "Gawat, PKI makin berani".

Baru-baru ini di Yogyakarta, kata Pangdam IV .Diponegoro, telah dideklarasikan Partai Komunis Baru lndonesia ( PKBI) Pimpinan Bambang Sucipto .

Bila benar-benar yang dideklarasikan itu berdirinya PKI, tentu yang dideklarasikan ialah PKI (paling-paling ditambah dengan kata "Baru"), sehingga menjadi PKI(B). Tetapi yang ini tidak demikian! Yang dideklarasikan diberi nama PKBI. Dimana masyarakat umum telah mengetahui bahwa selam ini PKB telah mereka plesetkan sebagai "Partai Komunis Baru".

Untuk mengaburkan persoalan, maka didalam apa yang mereka namakan deklarasi ditambah dengan "lndonesia", sehingga menjadi FKBI. Jadi jelas sasaran mereka adalah NU/PKB.

NU/PKB dikomuniskan oleh Pos Komando Anti Komunis, supaya orang-orang yang anti Komunis mau mengganyang NU/PKB.Jika NU/PKB tidak dikomuniskan, orang-orang Anti Komunis tidak akan mau disuruh membabat NU/PKB. Malah bisa berbalik mengganyang PKAK itu sendiri .

NU/PKB tentu telah siap untuk menghadapi segala kemungkinan, termasuk ancaman teror yang mungkin datang dari PKAK.

Usaha KAK mengkomuniskan NU/PKB ini, adalah bagian dari strategi kekuatan Orde Baru Suharto & kroni-kroninya, serta elemen fasis lain yang mendukungnya, agar kaum fasis dapat berkuasa kembali di bumi Indonesia. Untuk mencapai tujuan itu, Gus Dur paling lambat harus dijatuhkan dalam bulan Agustus mendatang, melalui Sidang Istimewa (SI) MPR.

Demi tercapai tujuan itu, maka DPR pada tangga 30 April mendatang ini, harus bisa mengeluarkan Memorandum II.

Karena itu mudah difahami bila program PKAK ini hanya untuk 4 bulan (April s/d Agustus 2001) .

Kalau betul-betul yang hendak mereka hancurkan komunisme, bukan NU/PKB yang di-komunis-kan ,tentu program mereka tidak terbatas 4 bulan itu saja. 4 bulan itu adalah program mereka untuk menjatuhkan Gus Dur dan kembalinya kaum fa sis berkuasa di bumi Indonesia .

Untuk menghancurkan komunisme tidak semudah itu. Dalam masa 4 bulan mendatang itu, justru jumlah massa yang akan bersimpati kepada Komunis, akan meningkat. Meningkatnya itu, karena meningkatnya penghisapan yang dilakukan kelas penghisap atau kaum kapitalis kepada kaum buruh, tani dan rakyat pekerja lainnya.

Untuk mencegah komunisme supaya jangan muncul lagi di bumi Indonesia, resepnya sederhana saja yaitu lenyapkan lebih dulu sistem kapitalisme. Dengan lenyapnya sistem kapitalisme, maka tak ada lagi calon komunis yang akan lahir.

Jakarta, 16 April 2001
Hasan Raid


____________________________________________________
[ KEMBALI KE ATAS ]
[ BERITA SEBELUMNYA ] - [ H O M E ] - [ BERITA SELANJUTNYA ]

____________________________________________________
HAK CIPTA 1996 - 2001 -
Pengelola : Dr. Willy R. Wirantaprawira, LL.M., Ph.D.